Thursday, October 8, 2015
Tidak Pernah Sama
Setiap hari kita tidak pernah sama. Keseluruhan kemanusiaan kita pasti berubah. Sedikit atau banyak. Semua terjadi berkat pengalamaman. Raga dan organ menjadi alat pengantar persepsi dan kesan.
Pertemuanku denganmu membangun keseluruhan kesan,pandangan lalu membentuk suatu formulasi yang sama sekali berbeda. Rata-rata dipenuhi rasa, sehingga hampir mememuhi nurani dan jiwa.
Apabila pertemuan pertama tak menimbulkan kesan ia tidak dapat mengarahkan, menjadi acuan. Namun kesan mendalam mengantarkanku pada tempat-tempat yang diberi nama harapan, cita-cita dan mimpi.
Tapi apadaya manusia berencana Hyang Diatas penentu.
Rencana dan harapan masih terbatas pada tulisan dan doa, belum lagi bermakna kebajikan sebelum berwujud.
Hari-hari ini kutahu kau sedang menikmati mimpi yang terwujud. Sedang dalam rengkuh suatu kekuatan yang membuatmu senang. Aku di sini hanya bisa turut senang dan berandai-andai.
Semoga saja kesementaraan yang belum memberiku kebahagiaan bersamamu segera berakhir. Dan akan tiba masanya aku mendapatkan makna dari niatmu yang menjadi nyata. Semoga.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment