Friday, October 9, 2015
Menahan Hak Orang
Setiap kita manusia dianugrahi berbagai macam bagian dari orang lain. Sebut saja ada hak orang didiri kita. Pada umumnya hak orang ke orang lain lebih difokuskan pada materi, rejeki. Sehingga ada kewajiban zakat dan pajak. Ada hak lainnya yang non materi dari orang ke orang, yang seringkali diabaikan. Perasaan baik, pujian, anggapan baik dari orang satu terhadap orang lain sesungguhnya adalah Hak si penerima. Impresi, atau kesan yang sifatnya pribadi, artinya hanya bisa ada atau dihadirkan dari orang tertentu pada orang tertentu lainnya. Kesan ini bisa melahirkan rasa, dan berwujud macam-macam, dan yang paling tinggi derajatnya adalah Cinta. Maka ada ungkapan cinta pada pandangan pertama, sebenarnya kesan pertama menimbulkan Cinta. Karena sifatnya pribadi artinya yang mengetahui adalah yang merasakannya. Bagi saya kesan pertama yang menimbulkan Cinta adalah titipanNya, berkahNya yang paling mulia. Sehingga karena itu titipanNya maka harus disampaikan pada yang berhak, pada orang yang menimbulkan rasa itu. Adapun karena wujudNya Cinta maka harus menimbulkan kebaikan, kebahagiaan dan kemuliaan. Sebagai berkah yang paling tinggi dari titipannya yang 'tak berwujud' materi namun dapat menimbulkan dampak materi (fisik), selayaknya manusia menjaga Rasa Cinta agar tak berubah menjadi negatif. Bagaimanapun siapa yang ketitipan Cinta untuk disampaikan kepada orang lain, dia mendapat berkah 'mencintai' karena secara logika dari jutaan manusia mengapa dengan "satu" orang ini saja si penerima berkah Cinta merasakan kondisi-situasi pribadi yang berbeda dibanding tanpa berkah Cinta. Sedangkan dia yang menjadi sasaran "kiriman titipan" cinta dariNya melalui orang yang mencintai, jika tidak mendapat titipan Cinta juga maka akan berada dalam situasi yang bermacam-macam.Sebagai orang sering menerima titipan Cinta untuk disampaikan, dan tahu bagaimana rasanya ketika dia yang tertuju tak menerima maka aku belajar untuk hati-hati terhadap mereka yang mungkin ada titipan Cinta ke aku. Sejak awal selalu aku hindari memberikan balasan, pertama karena memang tak ada apa-apa, kedua karena tak mau memberiharapan cinta. Pernah dulu ada yang hingga menerorku, dan aku balik marah. Ada yang mengirimkan puisi-puisi tapu karena aku tak suka maka kusampaikan dengan sopan penolakan, ketika memaksa baru kata-kata tajam disampaikan.
Bagaimana pun Cinta yang menghubungkan dua manusia berbeda dengan Cinta lainnya. Semata-mata didalam Cinta yang menjadi jembatan utama penyatuan jiwa raga dua manusia, ada rasa posesif atas kenyamanan yang ditimbulkannya. Rasa posesif yang sangat manusiawi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment