Sunday, October 11, 2015

Berbagi Mimpi

Hari tadi hingga malam berbagi mimpi dengan sahabat lama. Lawas hampir 20 tahun. Rencana bertemu sudah lama ternyata baru terwujud hari ini. Pertemuan disela-sela performing art yang disiapkannya, dan pertunjukkan teater lakon "Lover" dari naskah Harold Pinter terjemahan Toeti Indra Malaon. Dimainkan oleh 3 orang pemain dari kelompok teater Sketsa Act. Lover berkisah tentang role play sepasang suami istri. Sarah dan Richard. Naskah ini didalam teater inggris termasuk karya postmodern/pasca modern. Aslinya naskah ini bicara seputar role play fantasi, si suami pura-pura punya pekerja seks langganan (istrinya yang jadi psk ini), dan sang istri di rumah punya pacar yang datang tiap sore yang juga diperankan oleh suami. Disini fantasi kecemburuan diciptakan untuk menghidupkan cinta. Penonton seakan terjebak didalam kebohongan peran. Pemainnya kurang bisa mengeksplorasi emosi. Saya mengantuk. Jika menonton teater tetapi emosi saya tidak terusik, berarti teater ini gagal. Bagaimanapun teater adalah duplikasi kenyataan dunia yang maha luas dari pengalaman manusia yang diperas aempitkan dalam panggung berdurasi puluhan menit atau beberapa jam, sehingga naskah dan kalimat dalam adegan juga merupakan cermin realitaa yang diperaa sehingga membutuhkan daya kata yang luar biasa dalam, dan mampu menggetarkan, menggundang emosi dan pikiran penonton. Lakon Lover ini tentang seks, dan adegan yang ditampilkam juga seks dan komedi, namun entah mengapa dal pertunjukkan teater di Indonesia anak dibawah umur, bahkan balita dapat menontonnya. Musiknya juga seks, jazz ella fitzgerald dan ketika adegan cinta dipasanglah lagu claire de lune debussy hmmm Usai menonton pertunjukkan ini, akubbersama sahabat kembali melanjutkan perbicangan tentang mimpiku, ada beberapa. Semoga bisa diwujudkan bersama.

No comments:

Post a Comment