Monday, October 19, 2015

Guyub Sedulur

Kemarin tanggal 18 Oktober 2015, sedulur TS guyub melaksanakan perintah Leluhur. Jamasan pusaka di tiga kota Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Jamasan dan Sajenan untuk Bandung. Jamasan sudah dimulai prosesinya 16 Oktober. Bunga dibeli dengan dana gotong royong/ bantingan. Tugas membeli ditunjuk bersama. Berhubung di Bandung sedang ada event musik in house/dance maka dibutuhkan bantuan tenaga dr Jakarta. Saya salah satu yang berangkat. Setelah beli bunga untuk rocenan di pasar rawabelong, lalu mengantar ke Manggarai sesudah menyerahkan kepada nyonya dan tuan rumah berangkat ke bandung naik travel di jalan blora.

Thursday, October 15, 2015

Tanah Kelahiran, Tempat Dibesarkan

Pada suatu ketika membaca tulisan tentang tanah lahirnya, tempat masa kecilnya yang indah. Beruntunglah kita yang tanah dan suasana kampung halaman atau kota dilahirkan dan masa kecilnya masih sama, atau tidak banyak berubah.

Wednesday, October 14, 2015

Kumpul Guyub

Jamasan kumpul dengan sedulur. Sowan ke Eyang. Mendapat info perjuangan dulu dan sekarang. Kangen jalan bareng ekspedisi, blusukan sowan.

H-23

Rabu:namamu

Tuesday, October 13, 2015

Sejarah Kampung Halaman

Membaca tulisan seorang kawan tentang kampung halamanya, tentang desa dengan segala keindahanya telah menginapirasiku menuliskan ini. Aku ingin mengenali kembali tanah dan air tempatku lahir dulu, di jakarta selatan. Aku sempat tinggal disana 3 tahun. Lalu aku pindah ke tempat yang dulu masih seperti desa di Jakarta. Kelapadua. Mengingat masalalu membuatku sadar betapa banyak yang hilang dari bumi, dari ingatan. Kini aku tergerak untuk.mencari kembali, menemukan sejarah itu. Harus. Di dalam.ingatanku saat kecil dulu pepohonan hijau dan buah-buahan adalah bagian yang menjadi satu. Pohon jambu air, jambu klutuk dan mangga. Bahkan aku ingat pernah merasakan jatuh dari pohon jambu yangbtinggindan rasanya melayang. Perasaan itu masih kukenali.

Monday, October 12, 2015

H-24

SelasaCara

Penghayat Cinta

Aku seorang penghayat cinta. Selalu belajar menghayati cinta dengan melaksana wujudkan makna cinta itu. Pelaksanaan cinta dalam akan menimbulkan konsekwensi dan resiko, karena cinta baru memiliki makna sejati saat ia diwujudkan. Wujudnya bermacam-macam untuk hal-hal yang "negatif" maka semuanya juga "negatif" dalam arti bukan negatif melainkan premis minor "pengorbanan" "mengalah" 'mendahulukan" dan menahan marah atau kesedihan..semua kata-kata itu mungkin negatif tapi sesungguhnya tidak. Adapun semua yang positif adalah nyata perwujudan cibta setia, berbagi, tertawa, gembira, bahagia dan kepuasan tertinggi cinta adalah puncak asmara... Ketika material menyatu dengan spiritual dalam bercinta. Penghayatan sejati cinta mendapat berkah yang paling duniawi yaitu kepuasan psikis & fisik bersamaan...:-)

Hitung Mundur H-25

25 Hari lagi. SenenCita-cita Benih bibit.

Substansi

Substansi sejati manusia adalah dalam aksinya. Segala niat baik, kata-kata, konsep yang diwujudu laksanakan itulah substansi. Substansi yang lebih esensi adalah manusia satu membesarkan manusia lain, semuanya menjadi besar bertumbuh bersama. Ketika manusia bertumbuh dan mejadi besar menjadi lebih baik lebih peka maka manusia akan menjadi penguasa sejati pembawa kesejahteraan. Pembawa ketentraman. Selama ini aku hidup dalam substansiku yang sederhana, diri sendiri yang mencintai keseluruhan diri sendiri, mempercayai diri sendiri sehingga sangat mudah mempercayai dan mencintai orang lain. Namun orang lain yang terpilih sama seperti aku yang terpilih. Substansi sejati manusia adalah melihat, mendengar, merasakan dan menciptakan, mencipta ulang, mencipta lagi, terus terus melalui karya sendiri atau bersama, benda atau non benda. Hari-hari belakangan ini aku sedang berusaha menyatukan benda dan non benda dalam kesatuan rasa, sejarah dan budaya Luhur. Ini mimpi yang lama kupupuk, entah berapa puluh tahun lalu. Semoga mimpi ini bisa menjadi nyata, karena mimpikku sangat sederhana membuat orang bahagia dengan dirinya sendiri dan apa yang menjadi sejarah dan budayanya sendiri...amin

Sunday, October 11, 2015

Berbagi Mimpi

Hari tadi hingga malam berbagi mimpi dengan sahabat lama. Lawas hampir 20 tahun. Rencana bertemu sudah lama ternyata baru terwujud hari ini. Pertemuan disela-sela performing art yang disiapkannya, dan pertunjukkan teater lakon "Lover" dari naskah Harold Pinter terjemahan Toeti Indra Malaon. Dimainkan oleh 3 orang pemain dari kelompok teater Sketsa Act. Lover berkisah tentang role play sepasang suami istri. Sarah dan Richard. Naskah ini didalam teater inggris termasuk karya postmodern/pasca modern. Aslinya naskah ini bicara seputar role play fantasi, si suami pura-pura punya pekerja seks langganan (istrinya yang jadi psk ini), dan sang istri di rumah punya pacar yang datang tiap sore yang juga diperankan oleh suami. Disini fantasi kecemburuan diciptakan untuk menghidupkan cinta. Penonton seakan terjebak didalam kebohongan peran. Pemainnya kurang bisa mengeksplorasi emosi. Saya mengantuk. Jika menonton teater tetapi emosi saya tidak terusik, berarti teater ini gagal. Bagaimanapun teater adalah duplikasi kenyataan dunia yang maha luas dari pengalaman manusia yang diperas aempitkan dalam panggung berdurasi puluhan menit atau beberapa jam, sehingga naskah dan kalimat dalam adegan juga merupakan cermin realitaa yang diperaa sehingga membutuhkan daya kata yang luar biasa dalam, dan mampu menggetarkan, menggundang emosi dan pikiran penonton. Lakon Lover ini tentang seks, dan adegan yang ditampilkam juga seks dan komedi, namun entah mengapa dal pertunjukkan teater di Indonesia anak dibawah umur, bahkan balita dapat menontonnya. Musiknya juga seks, jazz ella fitzgerald dan ketika adegan cinta dipasanglah lagu claire de lune debussy hmmm Usai menonton pertunjukkan ini, akubbersama sahabat kembali melanjutkan perbicangan tentang mimpiku, ada beberapa. Semoga bisa diwujudkan bersama.

Saturday, October 10, 2015

Berhenti Mengharapkanmu

Rasanya aku sudah cukup baik dengan menerima begitu saja penghinaan itu. Unek-unek disampaikan tanpa ada jawaban. Mungkin aku tak berhak mendapat jawaban atas segala unek-unek dan banyak tanyaku. Mungkin aku harus pergi. Karena dia memutus tali silaturahmi dan menutup rapat-rapat pintu yang sudah dibukanya lebar-lebar. Terhadap orang ini harusnya aku bisa pergi begitu saja. Tanpa memikirkannya. Tidak bisa. Aku butuh jawaban. Aku butuh sapaan. Namun sampai kapan? Tak mungkinlah aku merengek-rengek meminta bertemu, meminta jalin kembali tali pertemanan. Tak mungkin. Yang boleh kulakukan adalah menunggu dengan luka yang masih basah. Entah kapan keringnya. Menunggu dihubungi lagi olehmu atau aku padamu. Kuharapkan satu bulan ke depan sudah ada titik terang. Apakah kau benar-benar Ada sebagai manusia, sebagai Teman, atau hanya mahluk yang tak jelas juntrungannya yang menggangguku dengan "penderitaan" yang dipilihnya, lalu ditularkan tanpa sengaja padaku. Bukankah mereka yang menderita sering tak sadar menyebarkan penderitaannya...sebagai bagian pengurangan derita. Mohon restu Eyang, kuatkan aku dalam satu bulan ini. Jika dia manusia dia akan menjalin hubungan denganku sebagai manusia, jika bukan, tak apa-apa. Toh orang itu tak pernah miskin, tak pernah merasakan sebagai manusia kelas tak berpunya...Adapun aku dengan cinta selektif selalu disini, berharap yang terbaik. Lahir bathin.

Kehilanganmu

Kehilanganmu. Hilang. Artinya tak ada berita tak tentu cerita dan kisah tentangmu. Alat komunikasi yang canggih sekalipun tak dapat menghadirkan berita tentangmu, jika bukan darimu. Entah berapa lama aku akan merasa kehilanganmu. Mungkin tak akan pernah pergi rasa kehilangan itu hingga rasa itu diganti dengan rasa menemukanmu lagi. Kapankah itu? Masih adakah? Apakah kau pernah singgah ke kotaku, dan tak menyapaku? Aku adalah manusia tanpa kekuatan dan kecerdasan penguasaan atas rasa. Tidak bisa, terutama rasa rindu rasa aman dan rasa ada. Diriku tidak sanggup menguasai apa pun gejolak internal tanpa ditumpahkan, tanpa dicarikan jalan ke luar. Jalan keluar selama.ini tumpah pada kata-kata, ramuan rindu, gejolak cinta dan segala yang hadir bersamanya yang tertuju padamu. Semua tak bisa aku sampaikan langsung padamu Bagaimana caranya. Kau menghilang tanpa bekas. Menghilang tanpa jejak. Tak beri kabar. Aku hanya boleh mengintip sedikit bagianmu tanpa tahu yang apa sesunguhnya terjadi padamu. Aku jadi bertanya-tanya jangan-jangan segala yang kulakukan padamu kau sampaikan pada orang lain..ketergangguanmu ketidaknyamananku. Sungguh-sungguh aku tak bisa menahan kesedihan karena kau tinggal aku pergi. Semoga kau memaafkan aku. Semoga masih ada waktu untukmu berjumpa dengankum selama kita masih di arcapada.

Friday, October 9, 2015

Manusia Mahluk Kongkrit

Manusia itu mahluk yang kongkrit, artinya eksis lahir bathin. Nyata senyata-nyata mahluk. Hal ini karena manusia adalah cermin Sang Pencipta, keturunan langsung Dewa/dewi. Sehingga hal-hal lain bisa kuanggap sebagai setengah kongkrit. Alam kongkrit tetapi dia dalam kendali Sang Hyang bukan dalam kendali dirinya. Pekerjaan kongkrit namun ia lagi-lagi tidak dalam kendali dirinya namun oleh manusia. Artinya semua hal menjadi nyata atau kongkrit ketika sudah berhubungan dengan manusia. Bahkan arcapada/bumi sebelum didiami manusia hanyalah tempat yang dihuni sebagai yang sia-sia, dihuni drubiaksa dan binatang salah cipta. Maka kekongkritan manusia itu diharapkan dapat menjagi pengatur dan pembawa berkah di bumi. Namun disebabkan fakta ada mahluk lain yang juga kongkrit (lahir batin) tapi memiliki kekuatan perusak manusia harus menghadapi dan mengalahkannya. Mahluk yang lain ini juga melekat pada manusia, utamanya mempengaruhi manusia yang baik keturunan dewa/dewi. Bagaimana manusia dapat mengalahkan kejahatan itulah fungsi manusia menegakkan kekongkritan kekuatan lahir dan bathin. Jiwa dan Raga. Sehingga manakala manusia menempatkan lebih tinggi daripada kemanusiaannya maka ia pun akan menjadi tidak kongkritnlagi. Menempatkan prioritas di laur manusia dan kesejahteraannya hanyalah upaya dari kejahatan didalam.manusia. Ya satu-satu nya mahluk yang senang melihat manusia sengsara dan tidak bahagia adalah penjahat (iblis butho)

Bukan Orang Pesimis

Aku bukan orang pesimis. Selalu optimis. Apalagi dalam mengejar mimpi. Tak suka menancapkan hambatan dimuka, bila ada orang yang selalu mengemukakan hambatan dimuka, aku akan melompatinya atau meninggalkanya pergi. Begitupun dalam mencintai. Cinta itu hadir tanpa rekayasa. Cinta itu murni kekuatan dariNya. Sehingga mencintai kuLAKUkan dengan ikhlas, tanpa pikiran kotor. Cinta itu bersih, tulus, namun dapat menyakitkan. Terutama ketika ada tanda negatif masuk dan menjelmakan diri dalam ketakutan. Pada saat itulah aku yang optimis menciptakan suatu cara menangkis kekecewaan dan rasa sakit. Seumur aku mencintai orang, tak pernah aku memikirkan bahkan membayangkan respon orang yang kucinta dengan cara negatif. Selalu saja saat mencinta aku berjanji, apapun bagaimanapun aku mencintai demi menyenangkannya, mengirimkan pesan kasih sayang, tanpa mengharapkan apa-apa. Repson atas pesan cintaku bukan dalam.kuasaku, yang penting aku berbaik hati, mendoakan, menyayangi.... Baru pada pengalamanku terhadapmu, aku demi tak.ingin kecewa, demi.mudah melepasmu, aku menanamkan diri, menginternalisasi diri tentang perasaanmu padaku. Berulang-ulang kuucapkan dalam hati "kamu tidak sayang padaku" Namamu kusebut berkali-kali sambik berkata tak sayang padaku. Ini tak pernah kulakukan sepanjang hidupku. Kau memberi sesuatu yang baru. Kau tidak sayang padaku. Seandainya kau sayang tentu aku tidak akan merasakan penolakan pengisolasian dan ditinggal. Ya sampai hari ini demi meyakinkan diri untuk tidak memperdalam luka, aku mengatakan pada diriku bahwa aku sayang padamu tetapi kau tak sayang padaku. Ini bukan tanda aku berubah jadi pesimis, namun aku sedang menjaga hatiku agar tidak terluka lebih dalam. Apakah kau sayang padaku, aku hanya bisa menunggu dariLAKUmj.

Menahan Hak Orang

Setiap kita manusia dianugrahi berbagai macam bagian dari orang lain. Sebut saja ada hak orang didiri kita. Pada umumnya hak orang ke orang lain lebih difokuskan pada materi, rejeki. Sehingga ada kewajiban zakat dan pajak. Ada hak lainnya yang non materi dari orang ke orang, yang seringkali diabaikan. Perasaan baik, pujian, anggapan baik dari orang satu terhadap orang lain sesungguhnya adalah Hak si penerima. Impresi, atau kesan yang sifatnya pribadi, artinya hanya bisa ada atau dihadirkan dari orang tertentu pada orang tertentu lainnya. Kesan ini bisa melahirkan rasa, dan berwujud macam-macam, dan yang paling tinggi derajatnya adalah Cinta. Maka ada ungkapan cinta pada pandangan pertama, sebenarnya kesan pertama menimbulkan Cinta. Karena sifatnya pribadi artinya yang mengetahui adalah yang merasakannya. Bagi saya kesan pertama yang menimbulkan Cinta adalah titipanNya, berkahNya yang paling mulia. Sehingga karena itu titipanNya maka harus disampaikan pada yang berhak, pada orang yang menimbulkan rasa itu. Adapun karena wujudNya Cinta maka harus menimbulkan kebaikan, kebahagiaan dan kemuliaan. Sebagai berkah yang paling tinggi dari titipannya yang 'tak berwujud' materi namun dapat menimbulkan dampak materi (fisik), selayaknya manusia menjaga Rasa Cinta agar tak berubah menjadi negatif. Bagaimanapun siapa yang ketitipan Cinta untuk disampaikan kepada orang lain, dia mendapat berkah 'mencintai' karena secara logika dari jutaan manusia mengapa dengan "satu" orang ini saja si penerima berkah Cinta merasakan kondisi-situasi pribadi yang berbeda dibanding tanpa berkah Cinta. Sedangkan dia yang menjadi sasaran "kiriman titipan" cinta dariNya melalui orang yang mencintai, jika tidak mendapat titipan Cinta juga maka akan berada dalam situasi yang bermacam-macam.Sebagai orang sering menerima titipan Cinta untuk disampaikan, dan tahu bagaimana rasanya ketika dia yang tertuju tak menerima maka aku belajar untuk hati-hati terhadap mereka yang mungkin ada titipan Cinta ke aku. Sejak awal selalu aku hindari memberikan balasan, pertama karena memang tak ada apa-apa, kedua karena tak mau memberiharapan cinta. Pernah dulu ada yang hingga menerorku, dan aku balik marah. Ada yang mengirimkan puisi-puisi tapu karena aku tak suka maka kusampaikan dengan sopan penolakan, ketika memaksa baru kata-kata tajam disampaikan. Bagaimana pun Cinta yang menghubungkan dua manusia berbeda dengan Cinta lainnya. Semata-mata didalam Cinta yang menjadi jembatan utama penyatuan jiwa raga dua manusia, ada rasa posesif atas kenyamanan yang ditimbulkannya. Rasa posesif yang sangat manusiawi.

Thursday, October 8, 2015

Tidak Pernah Sama

Setiap hari kita tidak pernah sama. Keseluruhan kemanusiaan kita pasti berubah. Sedikit atau banyak. Semua terjadi berkat pengalamaman. Raga dan organ menjadi alat pengantar persepsi dan kesan. Pertemuanku denganmu membangun keseluruhan kesan,pandangan lalu membentuk suatu formulasi yang sama sekali berbeda. Rata-rata dipenuhi rasa, sehingga hampir mememuhi nurani dan jiwa. Apabila pertemuan pertama tak menimbulkan kesan ia tidak dapat mengarahkan, menjadi acuan. Namun kesan mendalam mengantarkanku pada tempat-tempat yang diberi nama harapan, cita-cita dan mimpi. Tapi apadaya manusia berencana Hyang Diatas penentu. Rencana dan harapan masih terbatas pada tulisan dan doa, belum lagi bermakna kebajikan sebelum berwujud. Hari-hari ini kutahu kau sedang menikmati mimpi yang terwujud. Sedang dalam rengkuh suatu kekuatan yang membuatmu senang. Aku di sini hanya bisa turut senang dan berandai-andai. Semoga saja kesementaraan yang belum memberiku kebahagiaan bersamamu segera berakhir. Dan akan tiba masanya aku mendapatkan makna dari niatmu yang menjadi nyata. Semoga.

Minum dengan Pengantin Baru

Kemarin aku memberi kesempatan seorang teman memenuhi janjinya, mentraktir minum. Memang hari-hari belakangan ini perlu sedikit pelarian dari luka hatibyang masih basah. Minum atau bernyanyi dan dengar musik. Jadilah, seusai tugas hari itu selesai kita makan malam bersama. Pengantin baru,2 teman dan sohibku. Usai makan malam dengan bakso, buah, siomat dan capcay dibilangan Cikini, kita melanjutkan ke tempat minum yang tak mahal namun nyaman. Dipilihlah di sekitar Menteng agak ke utara. Malam itu Jakarta hujan dimana-mana, utamanya Jakarta Selatan. Di tempat kami hanya gerimis. Saat tiba dilokasi kafe, tas diperiksa dan minuman airputih kemasan temanku tak boleh dibawa masuk. Tas ranselku kubuka bagian tengah agar petugas penjaga melihatnya. Lalu aku masuk, di laci depan tasku ada airputih kecil kamasan yang lolos hehehe. Beruntung hari ini ada musik akustik di kafe. Suara penyanyinya bagus, musiknya lumayan. Mereka menyanyikan lagu2 barat progreaif, dan lagu Indonesia yang susah lama tak kudengar Api Cintaku Padamu Tak Pernah Padam nya Sandi Sandoro. Ikutlah aku melantunkan lagu itu. Lalu obrol-obrolan dengan pengantin baru, yang sangat baru. Mereka menikah baru seminggu lalu, tepat di hari Rabu minggu lalu. Aku sempat hadir dirangkaian pernikahan mereka. Akad nikah dan makan nasi kotak. Ya pernikahan yang dilangsungkan di institusi yang bergerak melakukan advokasi terhadap perempuan. Berceritalah laki-laki sang pengantin baru bagaimana mereka berkenalan. Sang pengantin baru perempuan menimpali dan saling bercanda mesra. Lalu akubkatakan pada mereka.Lebih baik punya pasangan yang bisa berbagi saling, harus ada kata-kata saling tertancap kokoh dimasing-masing.Juga aku katakan kalian berdua masing-masing punya penggemar yang banyak jadi tidak usah cemburu. Lain hal nya kalau hanya salah satu yang punya penggemar.Sepasang pengangin baru ini tertawa-tawa riang saat kubilang begitu. Lalu kita teruskan minum Minumlah aku 2 gelas cocktail Lady Meyserrie.. Sehingga membuat aku mengantuk saat pulang ke rumah, aku dapat langsung tidur...

Hidup Berganisasi

Sejak kecil aku sudah suka hidup berorganisasi. Bagiku berorganisasi adalah menjalin kerjasama, berteman dan mengorganisir sesuatu untuk suatu cita-cita atau keinginan yang sama. Itulah sebabnya aku masuk berbagai organisasi mulai dari pramuka sejak SD, senat, dan ekstrakulikuler lainnya. Kelompok olah raga juga kuikuti, sama saja dalam klub juga bergabung dan bekerjasama untuk sehat bersama dan mengalahkan lawan saat pertandingan. Sekarang aku terlibat dalam dua organisasi besar, Partai Politik dan Komunitas yang menjalankan ajaran leluhur untuk membuktikan kebenaran dan kebangkitan Kebesaran Leluhur. Banyak orang yang tidak pernah ikut organisasi, dalam arti bergaul dengan kalangan yang memiliki mimpi sama, pada umumnya mereka orang yang memiliki sikap tertutup, tidak terlalu membutuhkan orang lain, dan umumnya mereka dapat mewujudkan mimpi oleh dirinya sendiri, atau keluarganya sendiri. Sepanjang kehidupan bernegara Indonesia 70 tahun, 32 tahun diisi oleh dokrinasi dan stigmatisasi terhadap partai politik. Partai politik dijauhi, dianggap tak taat pada pemerintah. Deparpolisasi, depolitisasi telah diinternalisasi sebagai suatu yang melekat dengan bangsa Indonesia khususnya kelas menengah atas non aktivis. Orang-orang lantas menjadi anti partai, anti politik. Politik kotor, partai koruptor. Media massa lebih parah lagi, memberitakan hal yang buruk tentang partai, seakan-akan tidak ada yang baik dari partai.

Kabarmu Bahagia

Kabarku baik saja. Setelah beberapa hari lalu terjalin komunikasi walau belum tuntas, kutahu kabarmu baik. Bahagia kurasa. Kau kembali dalam pelukkan kehijauan yang luas dan menenangkan penuh misteri dan harapan. Aku masih diantara gemerlap mentari dan himpitan kehijauan di antara beton gedung. Tak lama lagi mungkin aku akan menyusuri alam. Menyapa udara baru, mencium wangi dedaunan baru, aroma masakan baru dan menapaki tanah baru. Meski itu untuk waktu tak lama. Kini, aku masih sedikit nelongso jika mengingatmu. Masih ada duka dan sakit. Kadangkala airmata sering hendak menyeruak keluar. Aku masih sensitif mengingatmu. Sedang kau entah ada dimana. Tapi kutahu kau bahagia, sudah cukup itu. Meski aku tak ada bersamamu seperti harapanku kini, seperti rencanamu dulu. Tak apa kita semua punya rencana, punya cita-cita. Usaha dan daya upaya kita juga punya, namun Sang Hyang Penentu memilih yang lain untukmu, untukku. Tak apa. Aku masih selalu menginginkanmu. Mengharapkanmu. Mendoakanmu. Semoga dalam kegalauan yang terjadi padaku, aku akan tetap bisa menebarkan cinta bagi sesama, selalu dan selalu.

Tuesday, October 6, 2015

Sabar Menantimu

Aku adalah pecinta yang sabar. Menunggu adalah kata kerja yang aktif. Pencinta juga pelaku aktif. Sebagai orang yang mengagungkan cinta aku selalu sabar mencintai orang. Kesabaran mencintai itu sebenarnya telah dilakukan oleh para orang tua terhadap anak mereka. Mencintai sampai akhir hayat. Cintaku mungkin tidak sama dengan orang tua kepada anaknya tentu saja, karena cintaku adalah romansa, ada keinginan intimasi, ekspresi fisik. Sejauh perjalananku mencintai, aku diberkati kemampuan menulis, banyak inspirasi dan selalu semangat. Cinta adalah berkah tiada tara. Cintaku selalu aktif, selalu bukan semata kata-kata. Bagaimanapun cinta yang hanya ditulis atau dikatakan tanpa diwujudkan bukanlah makna cinta. Cinta sejatinya aksi, laku dan kerja. Cinta juga bermakna doa, memiliki bekal harapan, dan harus selalu menimbulkan kebahagiaan dan sedikit dukacita sebagai bumbu penguat rasanya. Tak ada cinta yang indah tanpa gejolak, tanpa nuansa dan suasana yang membingungkan, mendebarkan ataupun penuh pertanyaan keraguan dan segala hal yang memberi kecemasan dan ketakutan. Terutama ketakutan kehilangan, ketakutan kehilangan oramg yang dicintai. Hal ini semata-mata karena orang yang dicintai itulah yang menjadi pegangan, yang melahirkan rasa dan harapan. Mencintai dengan sabar artinya mencintai tanpa tanpa batas habis wakti. Mencintai secara berkelanjutan. Bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat wujud cinta berbeda itu hanya dinamika manusia. Bagaimana pun manusia bukanlah mahluk yang statis, tapi dinamis selalu hidup dan menghidupi bahkan ketika sudah taknlagi hidup dibumi manusia tetap.menghidupi.

Lemas

Hari ini rasanya lemas. Seperti mabuk alkohol. Ngantuk ingin tidur tapi tak bisa. Semalam tidur larut. Pagi bangun dinihari. Pergi ke pengadilan agama menemani teman baru yang dalam proses cerai. Menunggu nomor antrian dipanggil, kami sarapan pagi. Saat masuk ruang sidang, aku lihat hakim 3 orang dan panitera perempuan. Berkas-berkas menumpuk di meja hakim. Hakim membacakan hasil.mediasi. Tunjangan idah dan sebagainya yang jumlahnya sangat kecil. Sehingga hakim berkata jika anaknya besar tidak usah terpaku pada putusan ini. Bertemu kakak kandung teman baru ini, berceritalah tentang ketertutupan teman baruku ini dimasalalu. Betapa adiknya tertutup dan tak pernag bercerita tentang kelakuan buruk suaminya. Hanya ketika tepat adiknya pergi meninggalkan rumah karna suaminya selingkuh dengan pembantu rumah tangganya baru kakaknya tahu dan mengerti betapa selama.ini sang adik perempuannya pekerja keras mencari nafkah keluarga namun menderita batin. Aku mengantuk, sedikit lega dengan email yang kukirim kemarin. Namun badanku rasanya tidak enak,lemas. Di kantor aku bertemu sahabat,mengajaknya makan bakso. Aku rasa aku butuh dipompa adrenalin dengan yang pedas-pedas. Habis makan bakso aku ke ruangan sohib untuk mengunduh lagu.

Sunday, October 4, 2015

Transportasi Publik: Bertemu Banyak Orang

Aku adalah warga Jakarta. Lahir dan besar di sini, makan di tanah dan air Jakarta. Bagiku mereka yang mengaku sebagai warga Jakarta, syaratnya adalah pengguna tranaportasi publik. Jika belum biasa dan tak bisa menggunakan transportasi publik bisa dianggap.bukan warga Jakarta 'sejati". Mengapa? Karena mungkin satu-satunya Kota di Indonesia yang memiliki moda transportasi lengkap hanyalah di Jakarta. Ada bis reguler, bis PPD, ada Transjakrta, Bajaj, Bemo, raksi, ojek, bahkan getek untuk angkutan sungai pun ada, becak masih beroperasi di Jakarta Utara di Semper, juga ada delman. Apa saja ada, termasuk ojek sepeda di Jakarta Kota. Menggunakan moda transportasi publik dapat memberi pengalaman bertemu orang banyak, khususnya transportasi publik yang masif seperti kereta atau bis trans Jakarta. Di sana kita bertemu dengan berbagai tipe manusia. Jika kita mau melihat kadangkala persepsi dan kesan bisa tercipta di sini. Kadangkala pula kesan dan persepsi atas manusia lain yang kita temui dalam moda transportasi publik tergantung suasana batin kita sendiri. Manakala hati kita merasa sedih, mungkin sulit bagi kita untuk menemukan hal-hal lucu atau indah kita temui. Namun ketika hati kita gembira kita dapat mencari hal-hal mengembirakan diantara wajah-wajah yang kita temui.mbira kita dapat mencari hal-hal mengembirakan di antara wajah-wajah yang kita temui. Seperti kemarin rasanya ingin sekali tertawa menyaksikan seorang perempuan muda yang memegang buku duduk& tertidur pulas, disamping kirinya laki-laki muda juga tertidur pulas. Mereka dua penumpang yang tak saling kenal. Nah saya menunggu momen kepala mereka jatuh miring ke arah masing-masing jadi terantuk.Dug! Namun sayang tidak terjadi. Membayangkan berimajinasi kejadian itu saja membuat saya senyum-senyum sendiri.

Saturday, October 3, 2015

Komunikasi: Saling Berbagi Informasi

Komunikasi: Saling Bertukar Informasi Komunikasi kalau dari bahasa latin artinya berbagi informasi, berbagi ide. Sejarah komunikasi dalam peradabanbarat ditunjukkan mulai model penggunaan simbol dan sandi. Seperti dengan morse, asap dan simbol lain. Hal ini tentu saja karena di barat mempercayai adalah komunitas manusia purba yang hidup di hutan dan gua sebagai nenek moyang mereka. Sedangkan dalam peradaban Nuswantara sendiri komunikasi sudah menggunakan bahasa dan perhitungan cermat. Semuanya ditetapkan langsung dalam pembelajaran manusia oleh pemomong dari DewaDewi yang mengejawantah maupun yang bertugas memomong warga di suatu wilayah. Jejak bahasa di Nuswantara sebagai penanda tingginya pengetahuan, dan komunikasi adalah dengan Bahasa Sangsekerta yang merupakan bahasa Semesta Raya. Tak heran kita mengenal udara, dirgantara, angkasa, galaksi, antariksa. Juga nama-nama hewan yang beragam, meskipun satu jenis dan sama, juga nama tumbuhan. Kemampuan memberi nama adalah tanda jejak tinggi peradaban. Komunikasi antar manusia dapat terjadi dengan bantuan bahasa. Bahasa yang dinyatakan dalam ucapan terucap adalah yang paling kuat. Ia membentuk makna sesuai konteks waktu dan peristiwa. Tambahan intonasi dan dialek hanya memberi penguat atau karakter pribadi. Di masa lalu dan masa kini kekuatan pikiran dan perasaan dapat juga menjadi wahana komunikasi, namun bukan sebagai suatu komunikasi bila tanpa saling berkesadarandan kesukarelaan. Sama hal nya dengan telepati. Ketika hanya satu orang atau sepihak yang mengirimkan informasi atau ide hal tersebut bisa dianggap bukan komunikasi. Karena disitu hanya satu arah. Siaran pengiriman saja. Bukan saling berbagi ide atau info. Manusia sebagai mahluk paling sempurna memiliki kelebihan dan adidaya yang luhur dan luhung sehingga mampu melakukan apapun yang mahluk lain lakukan. Tentu dengan perpanjangan kemampuan manusia melalui antara lain dengan teknologi. Tidak punya sayang tapi bisa terbang dengan pesawat, juga tidak punya sirip tapi bisa menyelam. Meskipun sempurna manusia memiliki keterbatasan tersendiri, yaitu penguasaan dirinya sendiri.

Manusia Biasa

Aku manusia biasa. Sangat biasa bahkan. Tidak pernah juara 1 di kelas. Tidak pernah gemilang dalam prestasi apapun.Hanya pernah juara 1 menulis puisi sewaktu SMA Namun aku manusia istimewa bagi diriku sendiri, keluarga dan teman. Tak perlu kunyatakan keistimewaanku. Biarlah mereka yang kusebutkan itu yang tahu dan merasakannya. Aku manusia biasa, jadi bukan malaikat bukan iblis tentu saja. Tapi sebagai manusia aku menjunjung tinggi dan memuliakan manusia lain. Terutama mereka yang menimbulkan rasa baik dan positif tentangku terhadap tindakanku. Manusia adalah mahluk istimewa. Mahluk paling mulia, berkuasa sekaligus bisa menjadi paling hina. Terutama ketika dia sudah tidak menjadi manusia lagi secara rohaninya. Fisiknya mungkin tetap manusia tapi ketika kelakuannya sudah tak ada nuraninya dia sesungguhnya sudah menjadi mahluk lain, yang lebih rendah derajatnya. Menjadi manusia sejati yang baik sulit sekali. Berbeda dengan mahluk lain, hidup manusia banyak aturannya. Aturan bagi manusia itu banyak. Hal ini terjadi karena manusia keturunan dewa/dewi. Ya ada juga dewa/dewi pembawa sifat jahat. Itulah kenyataannya. Dalam diri manusia ada juga suatu yang jahat, bagaimana pun dua hal baik/buruk ada dalam pikir dan perasaan manusia. Selalu saja bergumul. Dalam menentukan tindakan atau laku. Manusia sendiri jika ditimpa masalah maka ia akan kembali kepada dirinya sendiri. Memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri, kepentingannya sendiri menurut pikiran dan perasaannya sendiri. Perempuan dan ibu kadangkala adalah manusia yang paling sering mengunakan pikiran dan perasaannya dengan mengacu pada kepentingan orang lain. Seringkali perempuan berupaya memenuhi apa yang diinginkan orang lain tetapi bukan keinginannya sendiri. Banyak perempuan sepanjang hidupnya memenuhi kebutuhan keluarganya hingga seringnlupa dengan kebutuhannya sendiri. Bahkan yang lebih parah tidak bisa mengidentifikasi kebutuhan pribadinya sendiri. Dahulu kala aku pernah mengenal seorang perempuan yang berkorban banyak untuk keluarganya bekerja keras dalam keluarga besarnya dan segala derita sakit ditahankannya hingga benar-benar menderita sakit fisik. Dari dia aku menekan makna bahwa Ibu adalah Kata Kerja. Kini aku sendiri sedang mengalami masalah, yang sebenarnya bukan masalah jika saja aku bisa bersikap seperti "kutipan kata-kata positif" yang selalu kuambil. Atau jika saja aku bisa seperti laki-laki yang cepat berpindah posisi diri. Tidak mempedulikan perasaanku sendiri. Tidak bisa aku bukan orang yang dapat dengan mudah mengabaikan perasaanku. Selama ini perasaankulah yang membimbingku hingga aku bisa jadi seperti sekarang. Perasaanku dan tentu tangaNya mengarahkan aku membuat tulisa karya ilmiah sekalipun. Menghadapi permasalahan yang melibatkan manusia lain selalu membuat kondisi pikiran dan hati tak mau berhenti bergerak. Ke atas ke bawah ke kiri ke kanan, segala penjuru adalah ruang pencarian kenyamanan dan penemuan harapan. Namun sebagai manusia biasa yang belum menguasai waktu, tak bisa aku menenangkan diriku. Tak bisa aku gembira lebih dulu karena hasil di depan akan baik. Tak bisa aku mencegah kesedihan di depan, tak bisa. Menyiapkan diri untuk segala kemungkinan yang terjadi mungkin. Tetapi ketika waktunya terjadi belum tentu sama dengan persiapan. Didalam ketidak pastian dan kedukaan yang disebabkan sesuatu kejadian yang tak sesuai harapan, terhadap orang yang masuk didalam rangkaian peristiwaku. Maka aku manusia biasa kini sedang berusaha mencari pemecahan sendiri,dengamelarikan diri atau mencoba pemecahan masalah. Ya aku mencoba cara panduan memecahkan masalah cinta tak terbalas, dan bagaimana menyikapi jika diperlakukan "diam" "tidak dianggap". Aku mencoba menghubungi, berkirim pesan baik, pesan pertemanan. Namun sepertinya hingga hari ini dia orang baik yang kuanggap baik tak juga membalas pesan dan tak menjawab apapun, sudah berarti kebaikannya bukan jatah untukku. Kebaikanku pun bukan jatah untuknya lagi. Kita berdua bisa memindahkan niat baik kita dan upaya baik kita kepada orang lain yang akan menerima atau sekaligus membalas baik. Tak ada yang sia-sia dalam setiap niat baik yang hendak dan sudah dilaksanakan. Masalah keberlanjutan kelangsungan dan durasi waktu bukanlah Kuasa aku, juga bukan kuasa dia. Sekali lagi. Tak ada suatu yang sia-sia

Friday, October 2, 2015

Keluasan Perasaan

Perasaan manusia adalah bagian terluas dari manusia yang jika boleh dibilang adalah Cermin KekuasaanNya. Keluasan perasaan hampir tak terhingga. Batasannya hanya pilihan pemikiran, bukan dari rasa itu sendiri. Perasaan, rasa yang berkelanjutan bisa berbagai bentuknya. Bersifat universal juga pribadi (personal). Perasaan sesungguhnya yang dapat membuat perubahan besar atas apa yang terjadi pada dunia. Perasaan mendorong, menekan, mendukung kelahiran berbagai mimpi yang melahirkan kebijakan. Para pemimpin yang merasakan penderitaan rakyat maka ingin menghilangkan perasaan itu membuat kebijakan yang mengubah nasib rakyat sehingga mereka tidak lagi menderita. Namun sayangnya keluasan perasaan manusia sering diperkecil,dipersempit oleh pemikiran duniawi tentang tolok ukur, tentang capaian, tentang segala hal yang sifatnya mencoba menakar rasa. Padahal penyebab "rasa" menderita seringkali juga sederhana dalam arti duniawi yaitu perut lapar, kedinginan tak ada tempat tidur. Fisik manusia melahirkan rasa-rasa menderita. Hal ini terjadi karena manusia modern memang dikuasai oleh fisik. Materi. Lalu ketika materi menguasai manusia, ia berada dalam gengaman nalar pikir. Nalar pikir ini logika yang sering dipisahkan dari rasa, sehingga keberadaan Suksma yang Abadi dianggap tak ada. Suksma rasa dan pikir adalah kesatuan penguasa tubuh. Yang kalau dalam psikilogi barat tentang manusia mereka masih pusing dan gagap untuk meneliti tentang manusia, sehingga akhirnya penjelasan-penjelasan tentang apa dan siapa manusia memakai nalar pikir semata dengan pendekatan-pendekatan ilmiah fisika matematika dan filsafat barat. Yang secara kemanusiaan justru membuat 'kekalutan' berpikir. Pertama karena dalam filsafat baray, asal muasal manusia belum terjawab siapa dan darimana. Ajaran monotheis menyebutkan adam etc. Tapi dalam sejarah Yunani yang oleh filsafat dianggap mitologi ada banyak dewa-dewi. Itulah. Didalam ajaran Nuswantara asal muasal manusia keturunan Dewa/Dewi sudah dijelaskan dari proses penciptaan bumi/arcapada. Siapa Leluhur yang menjadi asal muasal manusia diciptakan dimana dan bagaimana, siapa mengajarkan ap. Ada di turanggaseta.com Dimasalalu manusia menguasai fisiknya. Suksma berkuasa melampaui hal-hal kecil dari manusia. Yang terdekat Suksma adalah nurani dan pikiran.

Thursday, October 1, 2015

Menatap Dunia Merengkuh Langit

Sore senja matahari Jakarta. Dari jendela lantai 4 jingga sinarnya menempel ditembok. Putih menjadi krem. Diseberang jauh kadang kulihat mobil dan motor berlalu lalang dibawah. Kadangkala kereta melaju jauh. Bendera merahputih di gedung seberang berkibar. Gedung tinggi di sebarang masih dibangun. Memulai pekerjaan baru yang tak asing, ditempat baru, seperti mulai kembali naik sepeda di sore dan pagi hari minggu. Ramai menyenangkan. Langit dihadapanku kini biru keabu-abuan, suara kendaraan masih terdengar laksana raungan macan yang sekarang mungkin terjebak di hutan yang terbakar. Senja semakin tua. Malam pun segera tiba. Hijau pohon nampak berhimpitan dengan gedung-gedung. Malam segera tiba. Aku masih menulis berharap bisa melupakan perasaan suka, perasaan cinta yang telah merasuk padaku untuknya. Aku menulis saja, tanpa tahu apa yang kutulis. Rasa dan nurani ini yang menuliskan segala huruf segala kata, dengan kata-kata aku berupaya merengkuh dunia menggapai langit. Kata-kata selalu menjadi temanku, kekasihku yang setia yang menemaniku dengan segala harap dan kerinduan..

Jangan Memberi Harapan Cinta

Orang jatuh cinta berbeda gaya. Berbeda reaksi, berbeda aksi. Tanggal dan waktu kelahiran dan lingkungan pembentukan karakter sejak kecil turut menentukan aksi dan reaksi atas cinta. Cinta romansa atau asmara, ujung-ujungnya ke arah intimasi fisik. Setiap manusia yang berkah ia akan mendapatkan cinta yang dititipkan untuknya kepada orang lain atau dia mendapatkan cinta dari orang yang dititipkanNya. Menerima dan memberi cinta. Keduanya kita tak bisa memilih. Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta, dan siapa saja orang yang jatuh cinta pada kita. Baru-baru ini saya jatuh cinta pada seseorang. Tapi baru-baru ini ada orang yang dari cara komunikasinya terlihat naksir saya. Namun karena saya sudah berkali-kali jatuh cinta dan cukup paham atau gerak-gerik manusia yang dirundung cinta. Maka terhadap seorang yang naksir atau ada peluang memberikan cinta pada saya, sedangkan saya tidak cinta maka sejak awal saya pun tidak meladeni. Memberi harapan pada cinta adalah hal berbahaya, jika anda tidak punya rasa yang sama atau mengarah kepada cinta. Berbahaya karena akan sangat menyakiti maka ada kata-kata "kamunya sih ngasih harapan"...padahal kamu tidak suka. Ya memberi 'harapan cinta' pada orang yang sesungguhnya kita tak ada perasaan sayang dan cinta, akan membuat orang yang diberi harapan akan tersakiti lebih dalam, lebih lama. Hal ini karena harapan dan cinta adalah satu nafas berjalan dalam pembuktian. Harapan dan cinta adalah hal yang positif sehingga ketika ternyata merupakan hal yang 'tidak' dalam kenyataan artinya negatif maka 'harapan cinta.menjadi berbahaya.

Tuesday, September 29, 2015

Belajar Bahasa Ibu

Hari ini adalah hari pertama saya ingin memulai untuk selalu meng-Indonesia-kan segala pemikiran maupun perasaan yang hadir dalam peristiwa hidup saya. Selama ini banyak sekali saya mengunakan bahasa Inggris dalam menyampaikan pikiran dan perasaan saya. Padahal dalam tataran Bahasa Indonesia yang bersumber dari berbagai Bahasa Asli di Nuswantara segala sesuatu terwakili dalam kata-kata. Segala sesuatu bernama. Hari ini adalah hari permulaan. Ini adalah tulisan pertama yang dibarengi dengan keyakinan bahwa peradaban Nuswantara sebagai awal mula peradaban dunia juga berarti awal mula budaya dunia, dan salah satunya adalah Bahasa. Maka mari sama-sama kita belajar kembali membuat Bahasa Indonesia dan Bahasa Asli Nuswantara untuk berdaulat di masing-masing wilayah, tanpa meninggalkan Bahasa Nusantara/Indonesia sebagai bahasa permersatu.

Blogger Umi Lasminah

Blog ini ditulis dan dikelola oleh Umi Lasminah untuk secara khusus menuliskan apa saja dalam Bahasa Indonesia. Di blog ini, adalah tempat belajar menggunakan Bahasa Indonesia yang benar, dengan menyisipkan Bahasa Daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Akan senang sekali jika ada blogger yang mau menyumbangkan kata-kata yang spesifik bermakna mendunia atau nasional namun menggunakan Bahasa Daerah. Salam Nuswantara