Thursday, October 8, 2015

Kabarmu Bahagia

Kabarku baik saja. Setelah beberapa hari lalu terjalin komunikasi walau belum tuntas, kutahu kabarmu baik. Bahagia kurasa. Kau kembali dalam pelukkan kehijauan yang luas dan menenangkan penuh misteri dan harapan. Aku masih diantara gemerlap mentari dan himpitan kehijauan di antara beton gedung. Tak lama lagi mungkin aku akan menyusuri alam. Menyapa udara baru, mencium wangi dedaunan baru, aroma masakan baru dan menapaki tanah baru. Meski itu untuk waktu tak lama. Kini, aku masih sedikit nelongso jika mengingatmu. Masih ada duka dan sakit. Kadangkala airmata sering hendak menyeruak keluar. Aku masih sensitif mengingatmu. Sedang kau entah ada dimana. Tapi kutahu kau bahagia, sudah cukup itu. Meski aku tak ada bersamamu seperti harapanku kini, seperti rencanamu dulu. Tak apa kita semua punya rencana, punya cita-cita. Usaha dan daya upaya kita juga punya, namun Sang Hyang Penentu memilih yang lain untukmu, untukku. Tak apa. Aku masih selalu menginginkanmu. Mengharapkanmu. Mendoakanmu. Semoga dalam kegalauan yang terjadi padaku, aku akan tetap bisa menebarkan cinta bagi sesama, selalu dan selalu.

No comments:

Post a Comment