Monday, October 12, 2015
Substansi
Substansi sejati manusia adalah dalam aksinya. Segala niat baik, kata-kata, konsep yang diwujudu laksanakan itulah substansi. Substansi yang lebih esensi adalah manusia satu membesarkan manusia lain, semuanya menjadi besar bertumbuh bersama. Ketika manusia bertumbuh dan mejadi besar menjadi lebih baik lebih peka maka manusia akan menjadi penguasa sejati pembawa kesejahteraan. Pembawa ketentraman. Selama ini aku hidup dalam substansiku yang sederhana, diri sendiri yang mencintai keseluruhan diri sendiri, mempercayai diri sendiri sehingga sangat mudah mempercayai dan mencintai orang lain. Namun orang lain yang terpilih sama seperti aku yang terpilih. Substansi sejati manusia adalah melihat, mendengar, merasakan dan menciptakan, mencipta ulang, mencipta lagi, terus terus melalui karya sendiri atau bersama, benda atau non benda.
Hari-hari belakangan ini aku sedang berusaha menyatukan benda dan non benda dalam kesatuan rasa, sejarah dan budaya Luhur. Ini mimpi yang lama kupupuk, entah berapa puluh tahun lalu. Semoga mimpi ini bisa menjadi nyata, karena mimpikku sangat sederhana membuat orang bahagia dengan dirinya sendiri dan apa yang menjadi sejarah dan budayanya sendiri...amin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment