Tuesday, October 6, 2015
Sabar Menantimu
Aku adalah pecinta yang sabar. Menunggu adalah kata kerja yang aktif. Pencinta juga pelaku aktif.
Sebagai orang yang mengagungkan cinta aku selalu sabar mencintai orang. Kesabaran mencintai itu sebenarnya telah dilakukan oleh para orang tua terhadap anak mereka. Mencintai sampai akhir hayat.
Cintaku mungkin tidak sama dengan orang tua kepada anaknya tentu saja, karena cintaku adalah romansa, ada keinginan intimasi, ekspresi fisik.
Sejauh perjalananku mencintai, aku diberkati kemampuan menulis, banyak inspirasi dan selalu semangat. Cinta adalah berkah tiada tara. Cintaku selalu aktif, selalu bukan semata kata-kata. Bagaimanapun cinta yang hanya ditulis atau dikatakan tanpa diwujudkan bukanlah makna cinta. Cinta sejatinya aksi, laku dan kerja.
Cinta juga bermakna doa, memiliki bekal harapan, dan harus selalu menimbulkan kebahagiaan dan sedikit dukacita sebagai bumbu penguat rasanya.
Tak ada cinta yang indah tanpa gejolak, tanpa nuansa dan suasana yang membingungkan, mendebarkan ataupun penuh pertanyaan keraguan dan segala hal yang memberi kecemasan dan ketakutan. Terutama ketakutan kehilangan, ketakutan kehilangan oramg yang dicintai. Hal ini semata-mata karena orang yang dicintai itulah yang menjadi pegangan, yang melahirkan rasa dan harapan.
Mencintai dengan sabar artinya mencintai tanpa tanpa batas habis wakti. Mencintai secara berkelanjutan. Bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat wujud cinta berbeda itu hanya dinamika manusia. Bagaimana pun manusia bukanlah mahluk yang statis, tapi dinamis selalu hidup dan menghidupi bahkan ketika sudah taknlagi hidup dibumi manusia tetap.menghidupi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment