Friday, October 2, 2015
Keluasan Perasaan
Perasaan manusia adalah bagian terluas dari manusia yang jika boleh dibilang adalah Cermin KekuasaanNya. Keluasan perasaan hampir tak terhingga. Batasannya hanya pilihan pemikiran, bukan dari rasa itu sendiri.
Perasaan, rasa yang berkelanjutan bisa berbagai bentuknya. Bersifat universal juga pribadi (personal). Perasaan sesungguhnya yang dapat membuat perubahan besar atas apa yang terjadi pada dunia.
Perasaan mendorong, menekan, mendukung kelahiran berbagai mimpi yang melahirkan kebijakan. Para pemimpin yang merasakan penderitaan rakyat maka ingin menghilangkan perasaan itu membuat kebijakan yang mengubah nasib rakyat sehingga mereka tidak lagi menderita.
Namun sayangnya keluasan perasaan manusia sering diperkecil,dipersempit oleh pemikiran duniawi tentang tolok ukur, tentang capaian, tentang segala hal yang sifatnya mencoba menakar rasa. Padahal penyebab "rasa" menderita seringkali juga sederhana dalam arti duniawi yaitu perut lapar, kedinginan tak ada tempat tidur. Fisik manusia melahirkan rasa-rasa menderita. Hal ini terjadi karena manusia modern memang dikuasai oleh fisik. Materi. Lalu ketika materi menguasai manusia, ia berada dalam gengaman nalar pikir. Nalar pikir ini logika yang sering dipisahkan dari rasa, sehingga keberadaan Suksma yang Abadi dianggap tak ada. Suksma rasa dan pikir adalah kesatuan penguasa tubuh. Yang kalau dalam psikilogi barat tentang manusia mereka masih pusing dan gagap untuk meneliti tentang manusia, sehingga akhirnya penjelasan-penjelasan tentang apa dan siapa manusia memakai nalar pikir semata dengan pendekatan-pendekatan ilmiah fisika matematika dan filsafat barat. Yang secara kemanusiaan justru membuat 'kekalutan' berpikir.
Pertama karena dalam filsafat baray, asal muasal manusia belum terjawab siapa dan darimana. Ajaran monotheis menyebutkan adam etc. Tapi dalam sejarah Yunani yang oleh filsafat dianggap mitologi ada banyak dewa-dewi.
Itulah. Didalam ajaran Nuswantara asal muasal manusia keturunan Dewa/Dewi sudah dijelaskan dari proses penciptaan bumi/arcapada. Siapa Leluhur yang menjadi asal muasal manusia diciptakan dimana dan bagaimana, siapa mengajarkan ap. Ada di turanggaseta.com
Dimasalalu manusia menguasai fisiknya. Suksma berkuasa melampaui hal-hal kecil dari manusia. Yang terdekat Suksma adalah nurani dan pikiran.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment